Mata Katarak: Penyebab, Gejala, dan Cara Penanganannya

katarak


Mata merupakan salah satu indra terpenting dalam kehidupan manusia. Dengan penglihatan yang baik, seseorang dapat beraktivitas secara mandiri, bekerja, dan menikmati kualitas hidup yang optimal. Namun, seiring bertambahnya usia atau akibat faktor tertentu, fungsi penglihatan dapat terganggu. Salah satu gangguan mata yang paling umum adalah katarak. Penyakit ini sering dianggap sepele karena berkembang secara perlahan, padahal jika tidak ditangani dengan tepat, katarak dapat menyebabkan kebutaan.


Apa Itu Katarak?

Katarak adalah kondisi ketika lensa mata yang normalnya jernih menjadi keruh. Lensa berfungsi memfokuskan cahaya yang masuk ke mata agar bayangan dapat jatuh dengan jelas di retina. Saat lensa menjadi keruh, cahaya tidak dapat masuk dengan sempurna sehingga penglihatan menjadi buram, seperti melihat melalui kaca berkabut.


Katarak umumnya terjadi pada usia lanjut, sehingga sering disebut sebagai penyakit degeneratif. Namun, katarak juga bisa terjadi pada usia muda, bahkan pada bayi, tergantung pada penyebabnya.


Penyebab Katarak

Penyebab utama katarak adalah proses penuaan alami. Seiring bertambahnya usia, protein di dalam lensa mata dapat menggumpal dan menyebabkan kekeruhan. Selain faktor usia, terdapat beberapa penyebab lain, antara lain:


Paparan sinar ultraviolet (UV) yang berlebihan tanpa perlindungan mata.


Penyakit tertentu, seperti diabetes, yang dapat mempercepat pembentukan katarak.


Cedera mata, baik akibat benturan maupun trauma kimia.


Penggunaan obat-obatan tertentu, terutama kortikosteroid dalam jangka panjang.


Faktor genetik, di mana katarak diturunkan dalam keluarga.


Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol, yang dapat meningkatkan risiko katarak.


Gejala Mata Katarak

Gejala katarak biasanya muncul secara bertahap dan tidak menimbulkan rasa sakit. Beberapa tanda dan gejala yang umum dirasakan penderita katarak antara lain:


Penglihatan menjadi buram atau berkabut


Sensitif terhadap cahaya atau silau berlebihan


Sulit melihat pada malam hari


Warna terlihat lebih pudar atau kekuningan


Sering mengganti kacamata karena penglihatan terus berubah


Penglihatan ganda pada satu mata


Karena berkembang perlahan, banyak penderita yang tidak menyadari bahwa penglihatannya terganggu oleh katarak hingga kondisinya cukup parah.


Jenis-Jenis Katarak

Katarak dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan penyebab dan lokasi kekeruhan lensa, antara lain:


Katarak senilis, yang paling sering terjadi akibat penuaan.


Katarak kongenital, yang sudah ada sejak lahir atau muncul pada masa kanak-kanak.


Katarak traumatik, akibat cedera pada mata.


Katarak sekunder, yang muncul akibat penyakit lain atau penggunaan obat tertentu.


Cara Penanganan Katarak

Pada tahap awal, katarak mungkin masih dapat ditangani dengan kacamata, lensa pembesar, atau pencahayaan yang lebih baik. Namun, seiring waktu, cara ini tidak lagi efektif.


Satu-satunya pengobatan yang terbukti efektif untuk katarak adalah operasi katarak. Operasi ini dilakukan dengan mengangkat lensa mata yang keruh dan menggantinya dengan lensa buatan (lensa intraokular). Prosedur ini tergolong aman, cepat, dan memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi.


Operasi katarak biasanya dilakukan ketika katarak sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti membaca, mengemudi, atau bekerja. Setelah operasi, sebagian besar pasien mengalami peningkatan penglihatan yang signifikan.


Pencegahan Katarak

Meskipun katarak tidak selalu dapat dicegah sepenuhnya, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya katarak, antara lain:


Menggunakan kacamata hitam untuk melindungi mata dari sinar UV


Menjaga pola makan sehat yang kaya antioksidan


Mengontrol penyakit seperti diabetes


Menghindari rokok dan alkohol


Melakukan pemeriksaan mata secara rutin


Mata katarak adalah gangguan penglihatan yang umum namun serius jika tidak ditangani. Dengan mengenali penyebab, gejala, dan cara penanganannya sejak dini, risiko komplikasi hingga kebutaan dapat diminimalkan. Jangan ragu untuk memeriksakan mata ke dokter spesialis mata apabila mengalami perubahan pada penglihatan. Ingat, menjaga kesehatan mata berarti menjaga kualitas hidup di masa depan.

Tidak ada komentar

Silahkan Berkomentar :)