4 Kesalahan Saat Ajukan Pinjaman Online yang Sering Terjadi

Banyak orang baru sadar salah langkah setelah tagihan datang. Di awal, semua terasa mudah, isi data, upload KTP, dana cair cepat. Tapi di balik kenyamanan kredit cepat, ada jebakan yang sering nggak disadari: bunga yang menumpuk, cicilan lewat jatuh tempo, sampai akun diblokir karena gagal bayar.
Pinjaman online memang bisa jadi jalan keluar saat butuh dana mendadak. Tapi, seperti pisau bermata dua, salah pakai sedikit bisa bikin luka dalam. Nah, sebelum buru-buru klik setuju, ini empat kesalahan umum yang sering bikin pengguna terjebak di lingkaran utang digital.
1. Nggak Ngecek Legalitas Platform
Platform kredit cepat makin banyak, tapi nggak semuanya legal. Banyak yang menawarkan “cair 5 menit tanpa syarat”, padahal di balik itu tersembunyi bunga tinggi dan penagihan yang kasar.
Selalu pastikan aplikasimu terdaftar dan diawasi OJK. Cukup buka situs resmi OJK dan ketik nama aplikasinya, kalau nggak muncul, skip. Uangmu bisa dicari lagi, tapi data pribadimu enggak.
2. Asal Setuju Tanpa Baca Ketentuan
Kata “setuju” di dunia digital bisa lebih berbahaya dari yang kamu kira. Banyak yang asal klik tanpa tahu kalau ada biaya admin tambahan, denda harian, atau bunga efektif yang sebenarnya lebih tinggi dari yang dijanjikan.
Padahal, butuh waktu kurang dari 2 menit buat baca simulasi dan tabel cicilan. Kalau kamu mau ambil kredit cepat, pastikan semua biayanya transparan dan sesuai kemampuanmu, bukan cuma sekadar tergiur “tanpa jaminan”.
3. Ambil Jumlah Lebih dari yang Dibutuhkan
Sering banget terjadi, awalnya butuh 2 juta, tapi karena limit-nya 10 juta, akhirnya ambil semua. Padahal yang 8 juta sisanya nggak jelas mau buat apa. Di sinilah banyak orang kejebak, karena cicilan makin berat dan bunga makin besar.
Ingat, kemampuan bayar jauh lebih penting dari seberapa besar pinjaman yang disetujui. Kalau penghasilanmu tetap, tapi cicilan naik, beban hidupmu juga ikut naik.
4. Nggak Punya Strategi Bayar
Pinjam gampang, bayar yang susah. Banyak orang nggak punya rencana jelas buat pelunasan. Akibatnya, telat bayar jadi kebiasaan, denda datang bertubi-tubi, dan skor kredit jeblok.
Sebelum ajukan pinjaman, pastikan kamu tahu dari mana sumber pembayarannya, tanggal jatuh tempo, dan siapkan reminder biar nggak kelewat. Bayar tepat waktu itu bukan cuma soal bebas denda, tapi juga menjaga reputasi finansialmu.
Pilih Platform Aman, Kredivo
Kalau kamu tetap butuh kredit cepat tapi pengin yang aman dan transparan, Kredivo bisa jadi pilihan rasional. Limitnya bisa sampai Rp50 juta untuk akun Premium, dengan bunga rendah mulai 1,99% per bulan.
Semua proses dilakukan 100% online dan sudah diawasi OJK. Kredivo juga kasih opsi fleksibel, bayar 30 hari tanpa bunga, atau cicilan 3–24 bulan tergantung kebutuhanmu. Nggak ada biaya tersembunyi, semua ditampilkan di awal sebelum kamu klik setuju.
Mengajukan pinjaman online itu sah-sah aja, asal tahu risikonya. Hindari empat kesalahan tadi, dan jadikan Kredivo sebagai contoh bagaimana layanan kredit cepat bisa tetap aman, transparan, dan bikin hidup lebih tenang. Karena pada akhirnya, keuangan yang sehat bukan soal berapa cepat kamu dapat uang, tapi seberapa cerdas kamu mengelolanya.
Post a Comment