Kiat Melanjutkan Studi ke Jenjang S2 dengan Lancar

Pinjaman24

Perjalanan menimba ilmu pengetahuan tidaklah berakhir begitu meraih gelar sarjana. Banyak orang yang belum puas dengan gelar sarjana serta haus akan ilmu pengetahuan. Sehingga, mereka melanjutkan perjalanan menimba ilmu pengetahuan dengan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu master atau S2. Jenjang master berbagai manfaat, mulai dari ilmu pengetahuan yang semakin dalam, pergaulan di kancah akademik yang semakin luas, serta pekerjaan yang lebih menjanjikan.

Namun, perjalanan melanjutkan S2 tidaklah semudah memindahkan kuncir toga. Ada banyak kendala yang menghadang perjalanan meraih gelar master. Kendala tersebut mulai dari waktu yang terbatas, minat belajar yang menurun, persaingan masuk perguruan tinggi yang semakin ketat, dan biaya pendidikan yang semakin besar. 

Biaya pendidikan merupakan kendala utama yang menjegal perjalanan meraih gelar master. Sudah menjadi rahasia umum bahwa biaya pendidikan yang dihabiskan untuk menyelesaikan studi master lebih besar dibandingkan studi sarjana. Bahkan, di perguruan tinggi negeri yang ada di dalam negeri biaya pendidikan setiap semesternya mencapai puluhan juta Rupiah. Padahal masa studi untuk mendapatkan gelar master hanyalah dua tahun. 

Namun, jangan patah semangat begitu mengingat biaya pendidikan master yang mahal. Biaya pendidikan yang mahal tersebut dapat disiasati dengan tips-tips di bawah ini. 

·         Mantapkan Niat Melanjutkan Studi ke Jenjang S2
Sebelum memikirkan mahalnya biaya pendidikan untuk jenjang S2, pastikan dulu niat yang tertanam di dalam hati. Pastikan di dalam hati tertanam niat yang kuat untuk melanjutkan studi ke jenjang master. Jika sudah memantapkan niat, maka pikirkan konsekuensi yang akan didapatkan jika melanjutkan studi ke jenjang master. Uang yang terbuang merupakan konsekuensi utama yang dihadapi oleh orang-orang yang bersungguh-sungguh melanjutkan studi ke jenjang master. Selain itu, waktu juga dikorbankan. Waktu tersebut meliputi waktu tidur, waktu bersenang-senang, hingga waktu menjalin hubungan. Banyak orang yang menunda pernikahan atau memiliki momongan karena harus menyelesaikan studi master dengan tepat waktu. Jika sudah siap menerima semua konsekuensi tersebut, maka singkirkan semua keraguan dan lanjutkan pendidikan ke jenjang S2. 

·         Tentukan Jurusan Kuliah
Setelah mengumpulkan niat untuk melanjutkan studi ke jenjang master, maka tentukan jurusan kuliah yang diinginkan. Tahap ini merupakan tahap yang krusial. Jurusan kuliah dapat menentukan suasana perkuliahan, topik penelitian untuk tesis, biaya pendidikan, hingga lokasi kampus. Jurusan kuliah untuk S2 disarankan linear atau satu bidang keilmuan dengan jurusan kuliah semasa S1. Sehingga, proses pemahaman ilmu pengetahuan serta proses mencari topik penelitian bisa berjalan dengan cepat. Contohnya, jika jurusan kuliah S1 adalah Sastra Inggris, maka jurusan kuliah S2 bisa berupa cabang ilmu dari Sastra Inggris seperti literature, linguistic, translation, atau culture. Namun, tidak ada salahnya memilih kuliah yang tidak linear dengan jurusan kuliah semasa S1. Asalkan jurusan kuliah tersebut sesuai dengan minat serta niat. Sehingga, proses studi master dapat berlangsung tanpa beban. 

·         Tentukan Sumber Biaya Pendidikan
Biaya pendidikan memegang peran yang sangat vital untuk kelangsungan studi master. Sumber biaya pendidikan untuk S2 yang paling umum adalah beasiswa. Ada banyak beasiswa S2 di dalam negeri dan luar negeri yang ditawarkan oleh lembaga pemerintah atau lembaga swasta. Beberapa tahun terakhir, beasiswa untuk S2 yang memiliki banyak peminat adalah beasiswa LPDP dari pemerintah Republik Indonesia. Beasiswa LPDP menawarkan biaya pendidikan untuk S2 serta tunjangan biaya hidup selama menempuh pendidikan master. Beasiswa LPDP mencakup biaya pendidikan S2 untuk perguruan tinggi di dalam negeri serta luar negeri. Namun, penerima beasiswa LPDP harus menyelesaikan studi master dalam jangka waktu dua. Selain itu, penerima beasiswa LPDP harus kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan studi master serta mengabdikan diri demi kemajuan Indonesia. 

Sumber biaya pendidikan S2 yang lain adalah dengan bekerja. Korbankan waktu selama satu atau dua tahun untuk bekerja. Kemudian, gaji yang diperoleh selama bekerja ditabung untuk biaya kuliah S2. Jangan gunakan gaji tersebut untuk berfoya-foya. Jika gaji yang terkumpul semasa masa bekerja tidak mencukupi biaya pendidikan S2, maka cari pinjaman uang tanpa jaminan

·         Kuliah Sambil Bekerja
Jadwal kuliah S2 lebih lenggang dibandingkan jadwal kuliah S1. Bahkan, jadwal kuliah S2 dalam satu minggu hanya terdiri dari dua atau tiga hari. Sehingga, jangan biarkan waktu senggang terbuang sia-sia. Manfaatkan waktu senggang untuk mendalami materi perkuliahan, mencari topik penelitian untuk tesis, serta bekerja. Selain memanfaatkan waktu senggang, bekerja merupakan solusi yang paling tepat untuk mendapatkan uang tambahan. Mencari pekerjaan untuk mahasiswa S2 tidaklah sulit. Mahasiswa S2 pasti sudah memiliki keterampilan yang didapatkan semasa menempuh pendidikan S1. Nantinya gaji yang didapatkan dari bekerja dapat digunakan untuk membeli perlengkapan kuliah atau membayar setoran pinjaman online tanpa kartu kredit

·         Kelola Waktu dengan Baik
Waktu merupakan sesuatu yang sangat berharga. Apalagi bagi mahasiswa S2, waktu merupakan sesuatu yang harus dimanfaatkan sedemikian rupa agar tidak terbuang sia-sia. Mahasiswa S2 dituntut untuk mengelola waktu dengan baik. Mereka pantang membolos kuliah untuk alasan yang tidak penting. Membolos kuliah sama saja membuang uang untuk hal yang sia-sia serta tertinggal ilmu pengetahuan yang berharga. Pastikan manajemen waktu sewaktu S2 jauh lebih baik dibandingkan sewaktu S1. Hal ini dikarenakan perkuliahan S2 lebih banyak dihabiskan di luar kelas dengan belajar secara mandiri atau melakukan penelitian. Manajemen waktu yang buruk dapat mempengaruhi pencapaian akademik serta durasi menyelesaikan studi S2. 

·         Buatlah Rencana agar Lulus Tepat Waktu
Durasi kuliah S2 jauh lebih singkat dibandingkan kuliah S1. Kuliah S2 memiliki durasi selama dua tahun atau empat semester. Kuliah S2 yang tidak selesai dengan tepat waktu akan menambah beban biaya pendidikan. Padahal biaya pendidikan tersebut dapat dialokasikan untuk melakukan investasi atau membuka usaha. Oleh karena itu, agar pendidikan master selesai tepat waktu, buatlah rencana sebelum memulai perkuliahan. Rencana tersebut meliputi mata kuliah apa saja yang akan diambil, topik penelitian menarik untuk tesis, dosen pembimbing yang diinginkan, serta durasi menyelesaikan tesis. Pastikan semua rencana tersebut berjalan sebagai mestinya. Jika ada satu rencana yang tidak terealisasi, maka segera analisa faktor penyebab kegagalan rencana serta solusi agar tidak terjadi kegagalan lagi di masa yang akan datang. 

·         Panjatkan Doa

Kerja keras untuk mengumpulkan biaya pendidikan S2, menembus perguruan tinggi favorit, serta menyelesaikan tesis dalam waktu yang singkat tidak ada artinya jika tidak diiringi dengan doa. Oleh karena itu, jangan lupa untuk memanjatkan doa kepada Tuhan di dalam setiap langkah perjalanan meraih gelar master. Doa tersebut dapat berupa ucapan syukur jika rencana berjalan sesuai rencana atau permohonan jika ada rencana yang tidak bisa berjalan sebagaimana mana mestinya. 

Tidak ada komentar

Silahkan Berkomentar :)